Postingan

Marhaban ya Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh segenap umat Islam karena bulan ini adalah bulan penuh rahmat dan berkah. Bulan dijanjikannya pengampunan   segala dosa dan   terbebasnya dari siksa api neraka. Serta bulan dimana Allah Swt. akan melipat gandakan pahala bagi hambanya yang melakukan amal saleh. Mengapa istimewa? Dibanding 11 bulan lainnya, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dimana Allah menurunkan Al-Quran pertama kali; Allah mewajibkan puasa kepada umat islam; Bulan yang didalamnya terdapat Lailatul Qadar (malam kemuliaan) dan Lailatul Qadar itu lebih baik dari 1000 bulan; Dilipat gandakan pahala amal saleh sebanyak 700 kali atau lebih banyak lagi; serta Disunnahkan salat tarawih pada malam hari. Apa itu puasa? Puasa adalah salah satu dari lima rukun Islam. Puasa disebut juga siyām atau saum.Puasa menurut bahasa artinya imsak atau menahan. Puasa menurut istilahnya adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit faj...

Ramadan dan Al Qur'an

Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mempunyai hubungan erat dengan Al Quran, dimana pada umumnya kitab-kitab Allah diturunkan pada bulan ini. a.s. diturunkan pada tanggal 3 Ramadhan. Kemudian kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud a.s. pada tanggal 12 atau 18 Ramadhan.   Nabi Musa a.s. diberi kitab Taurat pada tanggal 6 Ramadhan, sedangkan Nabi Isa a.s. mendapat Injil pada tanggal 12 atau 13 Ramadhan. Hal ini membuktikan bahwa Ramadhan erat hubungannya dengan firman Allah Swt.   Banyak riwayat yang menekankan tentang pentingnya membaca Al Quran pada bulan Ramadhan. Jibril a.s. memperdengarkan seluruh Al Quran pada Rasulullah saw. pada bulan ramadhan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Jibril a.s. mendengarkan bacaan Rasulullah saw. Para ulama berpendapat bahwa saling memperdengarkan bacaan Al Quran satu sama lain seperti yang dilakukakan oleh para hafizh (penghafal Al Quran) adalah sunnah. Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat agar memperbanyak 4 ...

Keadaan Shalat para Sahabat R.A.

http://yaniear.blogspot.com  KEADAAN SHALATNYA ABU BAKAR SHIDIQ   R.A., IBNU JUBAIR R.A. DAN SAHABAT LAINNYA Mujahid rah.a ketika menceritakan shalatnya Abu Bakar r.a. dan Abdullah bin Zubair r.a. berkata, ”Mereka berdiri tegak tanpa bergerak seperti batang kayu yang tertancap di bumi.” ( Tharikhul Khulafa ) Para ulama menulis bahwa Abdullah bin Zubair r.a. telah belajar shalat dari Abu Bakar dan Abu Bakar r.a . mempelajarinya dari Nabi saw. Tsabit r.a. berkata, apabila Abdullah bin Zubair r.a mengerjakan shalat, keadaannya seperti sebatang kayu yang tertancap ke bumi. Seseorang menceritakan, apabila Abdullah bin Zubair r.a sujud dalam shalat, sujudnya begitu lama sehingga burung-burung dapat betengger di atas punggungnya. Kadang-kadang beliau ruku dan sujud sepanjang   malam. Pada suatu ketika beliau diserang oleh musuh. Akibat serangan itu tembok mesjid pun runtuh, dan sebagian reruntuhannya telah mengenai lehernya. Ketika itu beliau sedang menge...

Kisah Ali bin Abi Thalib R.A

Gambar
http://yaniear.blogspot.com/   ALI BIN ABI THALIB R.A. MELEWATI SEBUAH KUBUR                 Kumail ra. bercerita, “Pada suatu hari saya berjalan-jalan bersama Ali ra. ke arah hutan. Dia mendekati tanah perhuburan yang terdapat di situ sambil berkata, “Waha ahli kubur! Wahai kamu yang menghuni tempat yang sunyi ini! Bagaimanakah keadaan kamu di alam sana? Setahu kami segala harta peninggalanmu telah habis dibagi-bagikan, anak-anakmu telah menjadi yatim, dan janda-janda yang kamu tinggalkan telah menikah lagi. Sekarang certikan sedikit mengenai dirimu.”                 Kemudian sambil menoleh kearah saya dia berkata, “Wahai Kumail! Seandainya mereka dapat bicara, sudah tentu mereka akan mengatakan bahwa sebaik-baiknya bekal adalah takwa.” Setelah berkata demikian, dia menangis. Katanya lagi, “Wahai Kumail, kubur a...

Abu Bakar Shiddiq R.A. Memuntahkan Makanan

  http://yaniear,blogspot.com Abu Bakar Shiddiq r.a. mempunyai seorang hamba sahaya yang senantiasa memberikan makanan kepadanya. Suatu ketika hamba sahayanya itu membawa makanan dan Abu Bakar Shiddiq r.a. memakan satu suap dari makanan itu. Hamba sahaya itu berkata, “Biasanya tuan selalu bertanya tentang sumber makanan yang saya bawa, tetapi mengapa hari ini tuan tidak berbuat demikian?”                 Abu Bakar r.a. menjawab, “ Saya sangat lapar sehingga saya lupa bertanya. Terangkanlah kepada saya darimana kamu memperoleh makanan ini?”                 Hamba sahayanya menjawab, “Pada zaman jahiliyyah, sebelum saya memeluk Islam,  saya pernah menjadi seorang peramal. Suatu ketika saya bertemu dengan satu kaum di sebuah kabilah, kemudian saya membaca mantra kepada mereka. Mereka berjanji kepada saya akan memberik...